dua bulan ke belakang adalah bulan yang berat untuk gue. betapa lemah gue sadari diri gue dalam mengahadapi situasi. bapak gue yang merupakan sosok yang aktif, gesit, taktis banget mendadak sakit hingga bobotnya menurun drastis. bapak gue emang punya diabetes..tapi selama ini masih taraf tahu dan mengendalikan..belum pernah drop. semua berawal saat dia sakit dada di saat di jakarta ampe di bawa ke UGD ama supir kantornya. sebelun kemudian batuk yang entah batuk apa yang gak berenti - berenti. tiap malam hampir gak bisa tidur..seisi rumah pun hampir gak tidur..dari hari ke hari bobotnya makin hilang, muntah, gak bisa makan, bener2 mengkhawatirkan. obat dokter pun gak nunjukin perkembangan..ada kalanya gue merasa waktu beliau tidak lama lagi..sakit sekali waktu membayangkannya.
pernah suatu malam bapak gue kesakitan karena batuknya..muntah - muntah..gue and mama gue bangun.mama gue nemenin di kamar..gue malah lari ke kamar mandi, buang air lalu muntah - muntah. gue begitu gugup ampe stres sendiri. yang sakit pun malah sibuk nyuruh gue ke dokter. selama bapak gue drop banget..gue diare hampir 1 minggu..hilang nafsu makan (sebenernya ada hal lain juga pemicunya). gue kehilangan 6 kg bobot gue. rasanya gak rela berlama -lama di luar rumah..entah kenapa begitu takut di tinggal pergi saat gue gak ada.
pernah suatu pagi bapak gue bilang mungkin gak lama lagi mau "pergi"..gue walau mendengar selintas lalu..semua pekerjaan gue hari itu berantakan. dimanapun gue berdiri, duduk, sepi banyak orang..air mata gue gak berenti menetes..terbayang padang mahsyar suatu saat nanti..apa saling mengenali? apa dalam satu golongan? apa sama - sama dalam keadaan yang baik? apa saling menyapa? Allahu Akbar..g gak mampu membayangkannya. hari itu konsentrasi pecah..tengah hari tangis gue pecah ingin pulang..gue kabur ninggalin semua kerjaan lalu pulang ke rumah.
sadar betapa lemah gue menghadapi situasi..semakin buruk dengan imaginasi gue yang terlalu aktif dan kreatif..gue sadar hanya Allah tempat gue meminta sesuatu. di malam - malam kurang tidur tadi..beberapa malam gue bersipuh memohon untuk kesehatan bapak gue..ini pun cara gue berlari dan menyembunyikan tangis gue… gue bersyukur..Allah memberi kesehatan itu lagi. walau tidak sama tapi jauh lebih baik dan gue sangat bersyukur. Allah telah mendengar doa - doa di setiap sholat malam gue..ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran hanya Allah yang mampu bantu kita untuk meringankannya.
gue hanya meminta pada diri sendiri untuk menjadi anak yang semakin baik setiap harinya untuk orang tua gue. juga menjadi hamba yang semakin baik setiap waktunya untuk menunjukan rasa terimakasih gue. semoga bisikan Allah selalu membangunkan gue dari lelap seperti beberapa waktu ini..semoga gue gak lupa untuk terus bersujud di dinginnya pagi menanti datangnya subuh. di saat duka maupun gembira..
gue yakin Allah tau gue bersungguh - sungguh saat berterimakasih..
